Kamera Jurnalis, Bengkulu Tengah – Guna mencegah terjadinya bencana alam seperti banjir dan longsor, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pemerintah kabupaten (Pemkab) Bengkulu Tengah (Benteng) gelar penanaman 2.500 bibit bambu dan 500 rumput vertiper ditanamkan di aliran Daerah Aliran Sungai (DAS) lemau Kecamatan Pondok Kelapa pada Jumat 2 Agustus 2024 siang.
Dalam kesempatan tersebut, Penjabat Bupati Bengkulu Tengah Heriyandi Roni mengatakan, penanaman bambu serentak ini dalam rangka mengcegah abrasi dan longsong pengikisan tanah diselanjang DAS.
“Paling utama dalam gerakan penanaman bambu ini untuk pelestarian lingkungan hidup, kedepannya gerakan ini akan berlanjut di Lokasi DAS lainnya di Kabupaten Benteng,” jelas Pj Bupati
Selain itu, Pj Bupati Benteng juga menjelaskan. Kegiatan tersebut juga dalan rangka mencegah terjadinya banjir dan bibit bambu juga dibagikan ke 8 desa untuk dibagikan ke masyarakat, agar dapat juga menanam bambu tersebut di desa masing-masing.
Tidak hanya itu, Pj Bupati juga mengatakan. Manfaat penanaman bambu, bukan hanya untuk mencegah bahaya bencana alam. Namun nantinya juga dapat dimanfaatkan menjadi bahan dasar berbagai kerajinan tangan, yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam aktivitas sehari-hari dan juga dapat dimanfaatkan oleh pihak UMK sebagi bahan produksi.
“Bisa kita lihat dalam kesehariannya petani di Kabupaten Benteng, banyak warga memanfaatkan bambu menjadi anyaman dan dijadikan alat dalam aktivitas sehari-hari seperti beronag, pagar, bahan banguna. Bahkan masih banyak masyarakat mengunakan bambu untuk membuat tarup atau panggung mengadakan acar.” Tegasnya (HKJ)




















