Kamera Jurnalis, Bengkulu Tengah – Warga di sekitar perkebunan sawit Riau Agrindo Agung atau PT RAA mengeluh tentang tanaman kacang makuna yang merambat ke kebun mereka, menyebabkan tanaman warga mati. Kacang makuna yang ditanam oleh perusahaan sawit tersebut telah menyebar ke area pertanian warga dan merusak tanaman mereka.
Piwi Johandi ketua forum pemuda kecamatan Bang Haji kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) mengatakan, pihaknya menerima keluhan dan masyarakat khususnya para petani yang memiliki lahan di area perusahaan PT RAA. Bahwa tanaman kacang makuna tersebut merambat ke perkebunan pribadi dan tanaman kacang makuna tersebut sangat invasif dan sulit dikendalikan. menyebabkan tanaman warga banyak mati yang menimbulkan kerugian besar bagi para petani.
“Warga mengatakan, sudah mencoba untuk mengendalikan tanaman kacang makuna tersebut, tapi sangat sulit. Tanaman warga mati dan mengalami kerugian besar,” kata Piwi Johandi, Selasa 24 Juni 2025
Sementara itu, PT RAA dinilai tidak bertanggung jawab atas dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh kegiatan mereka. Warga meminta perusahaan untuk mengambil tindakan untuk mencegah penyebaran tanaman kacang makuna ke area pertanian warga dan memberikan kompensasi atas kerugian yang dialami.
“Kasus ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan masyarakat sekitar, yang meminta perusahaan untuk lebih bertanggung jawab dalam kegiatan operasional mereka dan memperhatikan dampak lingkungan yang ditimbulkan.” Tegasnya
Gusyadi




















