Pasang iklan disini

Diduga Realisasi DD Tidak Libatkan Masyarakat dan Perangkat Desa, Kades Kota Titik Dipertanyakan 

IMG 20250506 014413

Kamera Jurnalis, Bengkulu Tengah – Pemanfaatan Dana Desa (DD) Kota Titik kecamatan Pematang Tiga kabupaten Bengkulu Tengah, diduga bermasalah.

 

Pasalnya DD yang digelontorkan ke desa tersebut sempat diperdebatkan oleh perangkat desa setempat, lantaran realisasi kegunaan dan pemanfaatan DD di desa tersebut dimonopoli oleh Kepala Desa (Kades) tanpa melibatkan perangkat desa dan masyarakat desa.

 

Hal tersebut terungkap, setelah video rapat pemerintah desa tersebut beredar di jejaring sosial dengan durasi 6 menit 57 detik. Dimana didalam video terjadi perdebatan antar kades dengan 2 orang perangkatnya yaitu, Sekretaris Desa (Sekdes) dan Bendahara.

 

Perdebatan tersebut bukan tanpa sebab. Dimana didalam video terlihat Kades tidak terima dan marah-marah saat ditanya pemanfaatan DD tahun anggaran 2025 initidak melibatkan perangkat desa, lembag Badan Permusyawaratan Desa (BPD) hingga masyarakat setempat dan diduga tidak sesui dengan sesuai dengan RAPBDes yang sebelumnya dirancang.

 

“Kami mempertanyakan pemasangan wifi Desa yang tidak sesuai aturan karena tidak melaksanakan titik NOL dan tidak melibatkan unsur pemerintahan,” Ungkap Cici Sekdes Kota Titik saat dikonfirmasi tim kamerajurnalis@gmail.com, Selasa 06 Mei 2025

 

Ia juga menuturkan, selain tidak terima. Didalam rapat tersebut Kades Kota Titik juga bersikap arogan dan memarahi perangkat desa.

 

Sementara Muslim Kades Kota Titik Kecamatan Pematang Tiga Kabupaten Bengkulu Tengah saat dikonfirmasi terkait hal tersebut via telpon. Kades enggan berkomentar banyak dan langsung menutup telpon.

 

“itu biasa rapat di internal kami,” Ujar Kades dan langsung menutup telpon

 

Didalam video tersebut juga tampak toko masyarakat yang mengambil alih pembicaraan. Dimana toko masyarakat menjelaskan bahwa, Kepala Desa Dan Perengkat Desa itu adalah pengurus atau pelayan masyarakat. Namun jika dalam internal Pemerintah Desa tidak sejalan bagaimana mau mengurus masyarakat dengan nada tinggi.

Gusyadi