Kamera Jurnalis, Kepahiang – Sejumlah orang tua siswa SMKN 4 Kepahiang mengeluhkan adanya dugaan pungutan liar terkait biaya seragam sekolah. Biaya yang dibebankan dinilai sangat memberatkan dan tidak sesuai dengan ketentuan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun tim Kamera Jurnalis untuk satu paket seragam siswa putra dipatok sebesar Rp2,3 juta, sementara untuk siswa putri sebesar Rp2,6 juta.
Beberapa orang tua mengaku kaget dengan nominal biaya tersebut. Mereka menilai jumlah itu terlalu besar, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.
“Anak saya masuk SMKN 4 Kepahiang. Tiba-tiba diminta bayar seragam putra Rp2,3 juta. Kalau putri Rp2,6 juta. Kami keberatan, karena belum ada penjelasan rinci rincian biayanya untuk apa saja,” ujar salah satu orang tua yang enggan disebutkan namanya, Senin (10/8/2026).
Orang tua lainnya juga mempertanyakan transparansi penggunaan dana tersebut. Menurut mereka, sekolah seharusnya memberikan rincian dan tidak memaksa.
Pungutan biaya seragam dengan nominal fantastis ini diduga melanggar aturan yang melarang sekolah negeri menarik biaya dalam bentuk apapun kepada siswa.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SMKN 4 Kepahiang belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pungli ini. Kamera Jurnalis telah berupaya menghubungi Kepala Sekolah dan pihak terkait untuk konfirmasi, namun belum mendapatkan jawaban.
Para orang tua berharap Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu segera turun tangan untuk mengecek kebenaran informasi ini. Mereka meminta agar ada evaluasi dan penindakan jika terbukti ada pelanggaran.
“Kami hanya minta keadilan. Pendidikan itu hak semua anak. Jangan sampai ada pungutan yang memberatkan orang tua,” tambah salah satu wali murid.







