Pasang iklan disini

Disparpora dan Penggiat Wisata Dukung Penggabungan Kemenparekraf dan Kemenpora

FB IMG 1753803851866

Kamera Jurnalis, Kepahiang – Wacana terkait penggabungan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mendapat dukungan dari Pemprov Bengkulu, khususnya Disparpora jajaran Pemkab Kepahiang.

 

Tidak hanya dilingkungan pemerintah pusat saja, namun pemerintah daerah juga ikut memberi dukungan terkait penggabungan 2 kementrian yang dianggap saling berkaitan ini.

 

Kepala Disparpora Kepahiang, Rudi Andi Sihaloho, ST mengatakan kalau wacana penggabungan 2 kementrian ini, bisa berdampak positif bagi pariwisata sekaligus pemuda dan olahraga di Kabupaten Kepahiang. Mengingat instansi yang dipimpinnya saat ini, sudah sejak lama menaungi 2 bidang tersebut. Yakni Bidang Pariwisata dan Bidang Pemuda dan Olahraga.

 

“Dengan adanya wacana penggabungan kementerian yang berbeda namun saling berkaitan ini, sangat menguntungkan bagi daerah. Karena ini akan mempermudah daerah khususnya Disparpora, dalam hal sinergitas program dan kegiatan. Baik dari perencanaan sampai dengan pelaksanaan karena berada di bawah satu kementerian,” ucap Rudi Andi Sihaloho, ST

 

Mantan Kadis PUPR Kepahiang ini menambahkan, jika memang wacana penggabungan Kemenparekraf dan Kemenpora ini benar-benar terealisasi, hal tersebut menurutnya juga dapat menghapuskan celah atau ruang kosong antara pemuda, olahraga dan juga pariwisata.

 

“Tentu bisa menghapus jarak antara pemuda, olahraga dan juga pariwisata. Karena pada dasarnya, ketiganya memiliki keterkaitan antara satu dan yang lain,” singkatnya.

 

Sementara itu informasi dihimpun peleburan terkait dua kementrian di penghujung masa jabatan Presiden RI, Prabowo Subianto ini dinilai sangat efektif. Peleburan dua bidang dalam satu kementerian dianggap mampu mewujudkan kebijakan strategis dan proaktif dengan mentransformasikan lembaga di pemerintahan. Terlebih keterkaitan antara olahraga dan wisata kini sudah berkembang seiring berjalannya waktu.

 

Sejalan dengan hal ini, salah satu penggiat sekaligus pengelola objek wisata Kebun Teh Kabawetan, Fherry Albert menuturkan bahwa secara garis besar dirinya juga ikut mendukung penggabungan terhadap 2 kementrian ini.

 

Bahkan menurut Fherry, hal tersebut memiliki beberapa keuntungan yang diantaranya pelibatan terhadap pemuda dalam sektor pariwisata serta mampu mendongkrak perekonomian daerah .

 

“Menurut saya, penggabungan terhadap kedua kementrian tersebut memang sangat produktif dan efisien. Sebab di Kepahiang belum ada penggabungan antar pemuda yang pro aktif dalam bidang pariwisata terkhususnya. Penggabungan ini bisa mendongkrak perekonomian bagi daerah, khususnya pada sektor pariwisata. Kami selaku penggiat wisata dan juga pengelolah wisata tentunya memang menunggu agar pihak kedua kementrian tersebut bisa langsung bergabung,” sampai Fhery.

 

Menurutnya jika nantinya telah resmi bergabung, hal pertama yang memang benar-benar perlu dilakukan adalah menggalakkan Bimtek Kepariwisataan dengan pelibatan para pemuda untuk menambah kekuatan dalam mengelola pariwisata di Kepahiang. Keterlibatan pemuda juga mempermudah dalam hal promosi agar pariwisata di Kepahiang mampu terekspos secara menyeluruh.

 

“Karena di kepahiang belum ada Bimtek kepariwisataan khususnya di lapangan, beberapa waktu yang lalu saya juga sudah mengajak Disparpora untuk berkolaborasi dalam membuat strategi pengelolaan dan bimtek, karena makin lama grafik jumlah wisatawan di Kabupaten Kepahiang semakin lama semakin menurun,” singkatnya.

 

Adv